15 Game RPG Offline Terseru di PC

15 Game RPG Offline Terseru di PC

Penggemar genre role-playing tahu betapa asyiknya game ini. Sayangnya, beberapa RPG mengharuskan kita online untuk bermain game seperti yang diharapkan. Bagaimana jika tidak memiliki akses koneksi internet atau wifi, tapi kita masih ingin menjelajahi dunia fantasi atau memburu monster-monster?

Tenang! Daftar game berikut dapat dimainkan secara offline di komputer atau laptop, memungkinkan kita melanjutkan petualangan tanpa mengurangi keseruanya. Kami menampilkan beberapa game yang bisa dibilang undarrated, namun juga ada game yang sudah populer agar kalian merasa yakin. Ok, mari kita tengok game-game RPG paling seru untuk PC!

1. The Witcher® 3: Wild Hunt

The Witcher® 3: Wild Hunt adalah pemenang lebih dari 250 penghargaan Game of the Year, sebuah RPG open world yang menempatkan pemain dalam peran sebagai pemburu monster profesional. Kalian akan memainkan karakter Geralt, seorang penyhir berambut perak dengan sebilah pedang sebagai teman setianya.

Game ini memiliki elemen alur cerita yang kaya dan menarik, gameplay adiktif, dan elemen pertarungan seru dengan manuasia biasa atau makhluk buas yang harus kalian kalahkan untuk naik ke tingkat berikutnya. Pemain dapat menginvestasikan reward untuk meningkatkan persenjataan dan membeli armor untuk meningkatkan karakter. Atau menghabiskanya di balapan kuda, permainan kartu, dan banyak kesenangan lain dalam permainan.

Ada sekitar 36 kemungkinan akhir cerita, semua tergantung pada keputusan yang kalian buat selama permainan. Kalian dapat memainkannya baik secara online maupun offline. Versi komputer tersedia dengan harga sekitar Rp 450 ribu di Steam, sedangkan harga unutk PlayStation 4 dan Xbox 360 bervariasi.

2. Wolfenstein II: The New Colossus

Wolfenstein adalah salah satu seri game PC terlama yang dimulai pada 1980-an. Wolfenstein II: The New Colossus adalah tambahan terbaru dalam waralaba setelah The New Order. Game perspektif orang pertama (FPS) ini menampilkan kisah alternatif sejarah yang menarik dan semua aksi penghancuran Nazi yang membuat seri ini begitu hebat.

Wolfenstein II: The New Colossus telah mendapat sambutan hangat sejak diluncurkan pada Oktober 2017. Dalam permainan, kalian akan memerankan veteran perang BJ Blazkowicz yang menggalang perlawanan terhadap rezim Nazi di Amerika tahun 1960-an. Meskipun berbasis di tahun 1961, para pengembang telah memberikan permainan sci-fi rasa dengan memasukkan persenjataan futuristik.

Blazkowicz bahkan melakukan perjalanan ke Venus! New Colossus juga tampak nyata dengan grafik realistis yang membuat game lebih hidup. Game aksi ini kompatibel dengan platform Windows 7, 8.1 dan 10 dan membutuhkan 8 GB RAM, HD 55 GB, dan CPU AMD FX-8350 atau Intel Core i5-3570 / i7-3770.

3. Baldur’s Gate: Enhanced Edition

Baldur’s Gate dirilis awal tahun 2013 silam, namun masih menyenangkan dimainkan. Siapapun yang masih memainkan Baldur’s Gate: Enhanced Edition pada hari ini, akan menghargai bahwa tidak ada yang hilang dalam game versi adaptasi ini, fitur-fiturnya yang ditambahkan pas dan sempurna tanpa mengurangi fitur penting apa pun dari game aslinya.

Baldur’s Gate mengirimi pemain dan rombonganya untuk mengikuti petualangan seru di dunia fantasi. Dengan alur cerita model Dungeons & Dragons yang dikarang dengan baik dan gaya gameplay yang mengingatkan kembali pada masa jadul. Enhanced Edition menawarkan RPG klasik dengan tampilan isometrik dan hiburan yang tak terhitung jumlahnya.

Game besutan Beamdog ini dapat dinikmati secara solo saat offline, namun juga bisa dimainkan dalam mode multi-pemain yang tentunya membutuhkan koneksi internet. Harga Baldur’s Gate adalah sekitar Rp 100 ribu di Steam.

4. Divinity: Original Sin 2

Divinity: Original Sin II menawarkan mode pemain tunggal dan multipemain yang merevitalisasi genre RPG di Windows pada 2017. Original Sin II digadang-gadang bukan hanya sebagai salah satu game Windows terbaik tahun tersebut, namun juga dalam dekade ini. Game bertema fantasi ini dijual seharga Rp 450 ribu di Steam, termasuk didalamnya berupa Original Sim II, art book, soundtrack, map, dan art pack.

Basis Original Sin II dibuat di dunia fantasi imersif Rivellion yang dapat dijelajahi dengan bebas oleh para pemain. Game besutan Larian ini memiliki sistem tempur berbasis giliran dengan elemen pertempuran taktis. Game ini juga fleksibel yang memungkinkan pemain untuk membuat karakter mereka sendiri yang sepenuhnya dikustomisasi dan bahkan merancang skenario mereka sendiri dengan Mode Master Game.

Original Sin II juga memiliki plot yang menarik, musik yang luar biasa dan grafik yang menakjubkan. Kalian dapat memainkan game pada platform Windows 10, 8.1 dan 7 64-bit. Original Sin II membutuhkan setidaknya RAM 4 GB dan CPU Intel Core i5.

5. Dragon Age: Origins

Game pertama dalam seri Dragon Age yang populer, Origins adalah RPG penuh aksi yang dimainkan dalam perspektif orang ketiga (TPS). Pemain memerankan Gray Warden dan harus mengembangkan karakter tersebut. Kalian bisa memilih sebagai ras kurcaci, peri atau manusia dan memilih kelas sebagai penyihir, rogue, atau warrior.

Jalur yang kalian ambil diberi kebebasan sepenuhnya, tetapi interaksi di sepanjang jalan akan sangat dipengaruhi oleh ras dan kelas. Artinya bahwa setelah permainan selesai, kalian memiliki pilihan untuk memulai petualangan baru dari perspektif yang sama sekali berbeda.

Game buatan Bioware ini menampilkan visual yang memukau dan plot menonjol dalam dunia fantasi. Sejak awal Origins dimainkan, sangat mudah bagi kita untuk terhanyut dalam permainan yang sepenuhnya mengasyikan. Game ini dapat dimainkan secara offline, tetapi pada beberapa platform tertentu perlu mengaktifkan mode ini terlebih dahulu dalam pengaturan game. Versi komputer tersedia di Steam seharga Rp 282.000.

6. Mass Effect 2

Mass Effect 2 menawarkan RPG yang memadukan aksi dan fiksi ilmiah di dunia futuristik pada masa depan. Game yang dikembangkan BioWare ini sebenarnya memungkinkan pemain untuk mengimpor karakter, semua atribut dan keputusan yang diambil dari Mass Effect orisinal ke dalam game baru ini.

Game TPS ini mempunyai plot yang kaya dan menarik. Pemain berperan sebagai seorang prajurit untuk menyelamatkan umat manusia, karena seluruh koloni diculik tanpa penjelasan. Misi yang tampaknya mustahil jika dilakukan sendirian, maka dia harus bekerja bersama dengan beberapa pejuang galaksi dari suatu organisasi penyelamatan.

Pemain punya kebebasan pilihan keputusan yang berpengaruh pada alur cerita. Semua memiliki konsekuensi, setiap respon dalam percakapan yang tampaknya tidak penting dapat secara drastis membentuk jalur dalam permainan. Jadi, sudah siapkah kalian menaiki kapal perang vessel luar angkasa dan menjelajahi galaksi?

7. Planescape: Torment

Planescape: Torment mempunyai mode game Dungeons & Dragons bertempat di dunia fantasi, sebuah RPG dengan plot yang kaya dan menarik. Dengan tubuh yang terbungkus bekas luka dan tato, pemain dan rekan setimnya menjelajahi di kota Sigil yang penuh iblis mencari jawaban. Kalian bermain sebagai The Nameless One, seorang karakter yang dapat dikembangkan dan di kustomisasi dalam mode D&D sejati.

Soundtrack dan visual mampu mendeskripsikan suasana nampak mengerikan, tentu ini sangat cocok dengan alur cerita permainan yang gelap. Game mempunyai mekanika permainan yang kompleks dan banyak konten yang disediakan. Namun meski bermain selama berjam-jam, kalian tidak akan dapati konten yang sama, selalu bervariasi, dan membuat ketagihan. Gamer biasa mungkin sedikit mengalami kesulitan memainkan game besutan Beamdog ini, karenanya butuh perhatian dan dedikasi agar bisa menjadi pro.

8. Torment: Tides of Numenera

Tides of Numenera adalah penerus game RPG klasik Planescape: Torment. Game dengan tampilan isometrik ini dikembangkan oleh inXile dan dirilis awal tahun 2016 silam. Gameplay-nya digerakkan oleh cerita dan pengaturan yang menarik yang memadukan fiksi ilmiah dengan fantasi.

Permainan berbasis di dunia Numenera yang penuh sihir, berseting di masa depan dimana peradaban mengalami kehancuran dan meninggalkan sisa-sisa teknologi mereka. Game ini terlihat seperti RPG jadul namun mempunyai sisi plot yang menakjubkan dan dan menampilkan kisah epik yang memberikan banyak pilihan bagi pemain dan memiliki banyak nilai replayability.

Tides of Numenera dijual dengan harga Rp 500 ribu di Steam, tetapi ada juga paket game edisi Legacy dan Immortal yang mencakup tambahan seperti soundtrack digital, art book, art concept, ringtone, dan banyak lagi. Kalian dapat memainkan game ini di platform Windows 10 / 8.1 / 8/7 64-bit, Linux dan platform Mac OS X dan konsol Xbox One dan PlayStation 4.

9. Fallout: New Vegas

Fallout: New Vegas memberikan jenis RPG yang berbeda dari yang lain dalam daftar kami. Meskipun secara teknis merupakan game FPS, New Vegas juga memenuhi syarat sebagai game role-playing karena alur ceritanya yang rumit dan fakta bahwa pilihan keputusan pemain secara signifikan mengubah alur cerita.

Bersetting di Sin City pasca apokaliptik, pemain akan bertempur melintasi Mojave Wasteland yang dilanda panas, bendungan kolosal Hoover, dan Vegas Strip. Semua aksi angkat senjata ini dilakukan tujuanya hanya satu yakni menguasai harta paling tak ternilai, oase. Pemain memiliki pilihan untuk memilih faksi dimana konflik bersenjata tak dapat dihindarkan.

Jika kalian pernah memainkan versi Fallout sebelumnya, maka banyak elemen game dalam New Vegas yang terasa familier. Namun, mod baru terus dikembangkan, menambahkan lebih banyak konten ke game yang sebelumnya sudah solid.

10. The Elder Scrolls V: Skyrim

Sudah lewat setengah dekade, tapi Skyrim tetap menjadi salah satu RPG paling solid karena mod yang luar biasa. Bethesda juga telah merilis The Elder Scrolls V: Skyrim Special Edition, yang mencakup semua add-on yang telah dirilis dan beberapa perbaikan grafis. Jika memiliki headset VR, maka kalian juga bisa mendapatkan The Elder Scrolls V: Skyrim VR untuk PC, yang memberi pengalaman gaming yang lebih mendalam.

Jika belum memainkan semuanya, kalian kemana saja? Game petualangan open-world ini memungkinkan kalian menghabiskan waktu sampai ratusan jam tanpa harus menyelesaikan cerita utama. Kami tidak akan memberikan spoiler, karena kalian hampir pasti sudah tahu. Tetapi katakan saja fitur naganya lebih banyak daripada Game of Thrones. Jika kita memainkan salah satu game di PC sekarang, Skyrim adalah pilihan yang akan kita unduh dari Steam.

11. The Elder Scrolls IV: Oblivion

Jika kalian menyukai permainan open-world dengan dunia luas untuk dijelajahi, maka Oblivion adalah jawabanya. Sebuah karya seni sejati dalam segala hal, Oblivion adalah salah satu batu permata dari franchise Elder Scrolls. Beberapa mungkin berpendapat bahwa Morrowind III atau Skyrim V lebih baik, sementara yang lain mengatakan Oblivion. Tentu semua pendapat benar, karena bersumber dari subjektivitas masing-masing.

Perhatian terhadap detail grafis begitu luar biasa, mulai dari bilah rumput hingga matahari terbenam yang menawan. Baik menggunakan pedang atau mantra, sistem pertarungan dengan view orang pertama memiliki gambaran yang realistis dan intens. Juga, karena pengembangan karakter yang beragam, permainan dapat dimainkan beberapa kali dari sejumlah sudut berbeda.

12. The Bard’s Tale Trilogy

Pertama kali dirilis pada tahun 1985, The Bard’s Tale turut andil mengembangkan genre RPG dan telah bertahan dalam rentang waktu sangat lama. Grafis jadulnya bukan menjadi penghalang bahkan setelah lebih 30 tahun kemudian, karena sistem pertempuran berbasis giliran dan gameplay-nya sendiri sama memuaskannya. Sekarang, inXile merilis The Bard’s Tale Trilogy pada Agustus 2018 lalu, tentunya dengan mekanika game dan fitur baru.

Pemain dan sekelompok timnya bertugas menyelamatkan kota Skara Brae. Selalulah waspada apa yang menanti pemain di balik setiap pintu dan gerbang penjara bawah tanah! Karena cukup banyak musuh dengan jenis makhluk yang beraneka ragam selalu mengintai di setiap sudut. Game bertema fantasi ini sebenarnya dalam segala aspek sangat menarik, meskipun siapa pun yang lahir di tahun 90-an atau lebih mungkin tidak sepenuhnya menghargai gaya permainan ini.

13. Demon’s Rise – Lords of Chaos

Meskipun sudah mendapat sedikit pengakuan, RPG ini masih relatif belum diketahui tentang seberapa solid konten dan gameplaynya. Demon Rise: Lords of Chaos adalah salah satu permainan role-playing terbaik tahun ini. Penggemar RPG taktis, Dungeons & Dragons, dan pertarungan gaya MMO akan sangat menyukai game ini dan tidak akan menyesal menambahkan game ini ke koleksi mereka.

Pemain diberikan banyak peluang dalam pengambilan keputusan taktis dan pertempuran yang menantang. Sistem pertempuranya sendiri berbasis giliran yang sangat cocok untuk latar game yang berada di kota bawah tanah. Strategi adalah kuncinya, pemain akan beranggotakan enam orang yang dapat dibentuk dari 30 kelas berbeda, masing-masing punya kelebihan dan kelemahan tersendiri.

14. Neverwinter Nights 2 Complete

Daftar berikutnya lagi-lagi RPG offline lain dengan latar berada di dunia fantasi Forgotten Realms. Neverwinter Nights 2: Complete adalah RPG epik berdasarkan aturan Dungeons & Dragons yang paling populer. Bagi kalian yang tidak suka D & D mungkin merasa gameplay-nya membosankan, jadi sebaiknya menjauhi game ini. Neverwinter Nights 2: Complete sendiri terdiri dari paket game asli, dan tiga ekspansi: Mask of the Betrayer, Storm of Zehir, dan Mysteries of Westgate.

Pemain bisa menciptakan karakter sesuai apa yang mereka inginkan, memilih dari berbagai berbagai ras dan subrutes, seperti Tieflings dan Aasimar. Dengan aturan D & D-nya, memungkinkan pemain melakukan pengelolaan mikro, menyesuaikan setiap karakter dengan sempurna. Grafis dan detailnya begitu menakjubkan dan lebih dari 100 jam petualangan mendalam bisa kalian rasakan di empat kampanye berbeda.

15. Dark Souls III

Dark Souls III berhasil mereplikasi formula kesuksesan dalam seri Souls. Kombinasi menakjubkan dari pertarungan yang mendebarkan terutama melawan bos, lingkungan yang luar biasa penuh rahasia, dan pengisahan cerita yang tidak langsung, membuatnya menjadi seri Dark Souls terbaik. Seri terbaru ini mampu membuat kalian merasakan kengerian sekaligus aura kesedihan dalam dunia fantasi yang gelap.

Dark Souls III memiliki elemen RPG terdalam jika dibandingkan dengan seri-seri sebelumnya, bahkan dengan Demon’s Souls dan Bloodborne dari pengembang yang sama – FromSoftware. Dalam game, sebenarnya tidak hanya menuntut menaikkan level karakter saja, namun juga perlu mempelajari lingkungan dan pola serangan musuh untuk bertahan hidup. Selain memilih kelas, pemain juga harus memilih senjata yang tepat agar seauai dengan keterampilan yang berkaitan dengan kelas yang telah dipilih.

No Responses

Write a response