10 Game Roguelike Terbaik di PC

10 Game Roguelike Terbaik di PC

Umumnya ada dua ciri utama supaya genre itu layak disebut roguelike: Pertama, sistem level dalam permainan dihasilkan secara prosedural. Artinya pemain harus melakukan penjelajahan di dunia permainan, mengoleksi item seperti harta atau senjata, dan meningkatkan karakter sedikit demi sedikit. Kedua adalah permadeath, konsep dimana pemain akan kehilangan semua kemajuan yang dibuat jika mati, sehingga dia harus memulai kembali dari awal. Atau bisa melanjutkan dengan menggunakan karakter lain tergantung dari jumlah fitur karakter yang disediakan oleh pengembang. Terlepas dari genre turunan dan mekanika permainan yang dibawakan, dari ciri utama diatas bisa disimpulkan secara singkat bahwa genre ini membawa tingkat gameplay yang sulit dan tidak ada kompromi. Dalam daftar ini kita akan fokus pada game roguelike terbaik di PC. Untungnya, sebagian besarnya kompatibel dengan Windows, Mac, dan Linux. Mari kita simak!

1. The Binding of Isaac: Rebirth

Dirilis pada 2014 oleh studio indie Nicalis, Binding of Isaac mendapat pujian kritis yang tinggi, sebagian besar berkat alur ceritanya yang diilhami ajaran agama monoteisme dan mekanika roguelike yang inovatif. Dari pencipta aslinya Edmund McMillen, Rebirth diremake dengan mengusung mesin baru yang lebih efisien, grafis gaya piksel digambar tangan, efek visual yang sangat halus, dan soundtrack yang semuanya baru. Permainan dimulai ketika Tuhan mengirim ibu Isaac pesan yang menuntut nyawa putranya. Isaac mendapat kabar tentang niat ibunya dan melarikan diri ke ruang bawah tanah rumah mereka. Mengikuti Isaac dalam perjalanannya, para pemain akan menemukan harta aneh yang mengubah bentuk Isaac yang memberinya kemampuan manusia super dan memungkinkannya untuk melawan gerombolan makhluk misterius, menemukan rahasia, berjuang untuk bertahan hidup, dan menuju keselamatan. Hati-hati ketika harus menjelajahi dunia bawah tanah, setiap lawan dengan level rendah saja bisa membuat kita mengalami masalah, belum lagi dengan 50 bos terkuat. Selain main solo, juga disediakan mode co-op lokal 2 pemain. Dengan gameplay yang berlangsung selama 500 jam dengan tingkat kesulitan tinggi, hanya orang yang paling berani dan cerdik saja yang bisa keluar hidup-hidup.

2. Risk of Rain 2

Bergrafis 3D yang dibuat dengan tangan, sekuel Risk of Rain hadir kembali dengan sistem penskalaan unik yang berarti pemain dan musuh sama-sama meningkat kekuatanya tanpa batas selama permainan. Hal tersebut membuat penjelajahan levelnya lebih menantang. Walau masih dalam Early Access, permainan aksi TPS ini memiliki banyak konten baru hebat dan peningkatan adegan modding yang signifikan. Elemen rogue-like menjaga game cukup dinamis, unlockable dan tantangan menjaga nilai replayability tetap berjalan serta soundtrack yang pas sesuai tema membuat kita menikmati perjalanan sepanjang waktu. Risk of Rain 2 bisa dimainkan solo, atau co-op hingga empat pemain dengan tujuan bertarung melewati gerombolan monster, membuka kunci barang rampasan baru, dan menemukan cara untuk melarikan diri dari planet. Dengan lebih dari 75 item untuk dibuka dan dieksploitasi, kita akan belajar bahwa item yang di anggap sampah sebenarnya bisa jadi merupakan permata paling berharga dalam permainan. Setelah memainkan selama berjam-jam pun kita mungkin masih terus berusaha mempelajari pola musuh, memutuskan musuh apa yang harus diprioritaskan untuk dihabisi terlebih dahulu, belajar cara bergerak dengan efisien, dan akhirnya hanya berpeluang untuk mati konyol. Ya, inilah bukti nyata genre ini. Setiap pelarian membutuhkan kecerdikan dalam menyusun strategi keluar dari situasi yang sulit. Selamat mencoba dan semoga beruntung!

3. Hades

Meski masih diluncurkan dalam Early Access, Hades telah mampu menawarkan pertarungan yang ketat, beragam kemampuan mix-and-match dengan interaksi menarik, dan level yang dihasilkan secara prosedural. Supergiant mampu memadukan aspek gameplay aksi serba cepat ala Bastion, atmosfer yang kaya dan dalam layaknya di Transistor, dan pengisahan cerita yang didorong oleh karakter dari Pyre. Di RPG fantasi ini, pemain mengendalikan Zagreus, putra Dewa Kematian. Zag tampaknya sedikit terlalu baik untuk menyiksa jiwa-jiwa orang mati, jadi dia mencoba melarikan diri dari dunia bawah tanah dan bergabung dengan jajaran dewa-dewa Olympus. Namun, Hades tidak mendukung keputusannya dan terjadilah konflik. Temui dewa-dewa Olympus seperti Zeus, Athena, atau Poseidon untuk mendapat dukungan. Awalnya, protagonis hanya memiliki pedang, tetapi dengan cepat mendapat lebih banyak senjata seperti busur, perisai, atau tombak, dan semuanya bisa ditingkatkan. Adanya petarung musuh dengan berbagai tipe, membuat protagonis memerlukan semua jenis senjata tersebut. Yang paling menonjol dari peningkatan ini adalah Boon, yakni kekuatan para dewa yang dapat meningkatkan serangan inti atau memberinya bonus pasif, misalnya kekuatan Zeus dapat menambahkan kilat. Jika entri dalam keadaan yang belum selesai saja sudah memberi pengalaman yang hebat, apalagi nanti ketika telah dirilis penuh dan semoga Supergiant mampu memenuhi harapan ini.

4. Noita

Jika menikmati bermain Pixel Dungeon, Enter The Gungeon, atau Terraria, maka kalian akan menyukai Noita. Mekanika permainanya memang tidak sulit untuk dipelajari, tetapi pergerakan dan serangan monster adalah cerita yang sangat berbeda. Permainan indie ini tidak bisa diajak kompromi ketika kalah atau mati, pemain akan kehilangan segalanya, sementara bahaya yang ada dalam dunia bawah tanah sifatnya permananen dan kontinyu. Jangan putus asa, gunakan apa yang telah dipelajari untuk melanjutkan petualangan selanjutnya. Satu-satunya tempat memulihkan HP dan mengisi mantra baru pada tongkat adalah semacam kuil. Eksplorasi adalah hal yang paling penting di sini, tentu untuk mendapat emas, tongkat, ramuan, dan artefak. Semua item tersebut diperlukan jika ingin masuk lebih dalam ke level dan untuk menghadapi monster yang semakin ganas. Saat menjelajahi gua-gua yang dibuat prosedural, persiapkan mantra baru dan gunakan sihir untuk menghancurkan musuh atau memanipulasi dunia di sekitar. Untuk ukuran grafis retro, sangat meyenangkan melihat efek visual ketika pemain melelehkan, membekukan, atau membakar objek dan musuh. Noita adalah roguelite aksi yang dipasang di dunia magis di mana setiap piksel disimulasikan secara fisik, gameplay yang sulit, banyak tantangan menunggu, dan masih dalam Early Access. Jadi, dimungkinkan mengalami pembaruan dan penambahan konten.

5. Dead Cells

Motion Twin telah menelurkan iterasi roguevania modern seperti Rogue Legacy, Binding of Ishac, Enter the Gungeon, Spelunky, dan Dead Cells. Untuk masuk level yang lebih dalam, pemain perlu melakukan ekplorasi progresif dari dunia yang saling berhubungan, dengan ciri khas replayability dari rogue-lite dan adanya ancaman permadeath yang konstan. Terinspirasi dari Metroid dan Castlevania yang sering disingkat dengan Metroidvania, Dead Cells memberikan aksi pertarungan soul-lite 2D. Ada lebih dari lima puluh senjata dan mantra dengan gameplay unik, dan tentu saja dunia bawah tanah penuh musuh kuat. Game bergrafis piksel ini merupakan permainan non-linear, kemampuan permanen khusus memungkinkan karakter untuk mengakses jalur baru untuk mencapai tujuan. Pilih jalur yang sesuai dengan gaya bermain dan tambahkan tingkat evolusi untuk peningkatan karakter dan senjata permanen. Level yang saling berhubungan dan membuka kunci progresif akses ke pulau memberi insentif nyata untuk menjelajahi lingkungan. Keterampilan adalah yang paling penting dimana elemen roguelite terus-menerus menjadi lebih baik. Dead Cells memberikan pertempuran yang tak kenal ampun, perjalanan memompa adrenalin, dan memberikan replayability yang tak tertandingi.

6. Darkest Dungeon

Darkest Dungeon menawarkan gameplay yang menegangkan dan tingkat kesulitan yang mengerian. Sistem pertempuran berbasis giliran yang inovatif membuat kita tidak hanya keslitan melawan monster ganas, tetapi juga masuk dalam suasana gameplay yang penuh paranoia, masokisme, ketakutan, dan irasionalitas. Rekrut, latih, dan pimpin tim karakter hero melalui dunia bawah tanah yang ditampilkan dalam grafis gaya gothic crowquill digambar tangan. Permainan fantasi gelap besutan Red Hook ini merupakan CRPG dan roguelike klasik yang digerakan oleh karakter dengan elemen permadeath, ruang bawah tanah prosedural, dan memiliki replayability yang luar biasa. Didalam permainan taktik dan manajemen ini, satu-satunya tempat untuk menyembuhkan luka hanya di semacam camp. Kehilangan item, uang, dan petarung di dunia yang benar-benar suram ini yang selalu membuat kita kesal. Tetapi tidak ada yang lebih memuaskan daripada menyibak misteri dunia bawah tanah yang gelap dan indah ini. Unduh juga mod yang dibuat oleh komunitas Darkest Dungeon atau buat sendiri dan atur permainan sesuai keinginan. Diluar konten inti, kita dapat menemukan kelas karakter baru, monster, harta, peningkatan UI, dan lainnya di Steam Workshop. Dalam pembaruan terakhir, pengembang juga menampilkan mode radiant. Mode tersebut dimaksudkan untuk mengurangi waktu untuk menyelesaikan game hingga hampir 50%.

7. FTL: Faster Than Light

Faster Than Ligh menawarkan pemain mengendalikan pesawat ruang angkasa guna menyelamatkan galaksi. Game indie bergrafis 2D ini penuh kumpulan momen-momen menegangkan dan mengasyikkan, yang membuat kita ingin terus maju. Pengembang lebih memberikan penekanan pada substansi tujuan permainan dari pada tampilan, yakni elemen strategi. Sebagai kapten, pemain harus membawa armada kapal dalam petualangan melalui galaksi yang dihasilkan secara acak. Banyak misi yang berbahaya, dengan setiap pertemuan menghadirkan tantangan unik dengan berbagai solusi. Dengan ratusan pertemuan berbasis teks, kita dihadapkan dengan keputusan yang sulit, tidak ada tempat berbuat kesalahan, dan inilah bukti permadeath sejati. Setiap permainan akan menampilkan berbagai musuh, even, dan konsekuensi nyata dari keputusan yang dibuat. Jadi, tidak ada dua play-through yang akan sama. Tingkatkan kapal dan buka kunci yang baru dengan bantuan enam ras alien berbeda agar bisa masuk ke level lebih dalam.

8. Enter the Gungeon

Sebuah dunia bawah tanah suram yang memadukan ruang-ruang gelap dan labirin penuh jebakan, bertujuan menghancurkan semua yang memasukinya. Itulah gambaran dunia Gungeon yang dibuat secara cermat dan prosedural, tempat bagi makhluk jahat the Gundead mendirikan kerajaan mereka. Tujuan pemain adalah mendapatkan harta legendaris dan keluar hidup-hidup. Pilih di antara salah satu dari beberapa karakter hero, masing-masing dibekali senjata dan amunisi unik, mulai dari medley misil, laser, meriam, panah berbusa, hingga lebah yang mematikan. Dipenuhi dengan keberanian, para petualang ini tidak akan ragu untuk menjelajahi dunia Gungeon dan terlibat dalam penjarahan harta dan aksi tembak-tembakan. Tapi waspadalah, para penjaga bersenjata selalu siaga untuk menghabisi para pejuang dan menggunakan taktik yang diperlukan untuk mempertahankan kuil mereka. Musuh sangat kreatif dan pertarungan bos epik akan membuat frustrasi. Untuk mendapatkan keunggulan dan masuk level yang lebih dalam, kumpulkan jarahan berharga, temukan rahasia tersembunyi, dan mengobrol dengan pedagang dan pemilik toko oportunistik untuk membeli item yang kuat.

9. Skul: The Hero Slayer

Dikembangkan studio indie, The Hero Slayer adalah platformer aksi scrolling-side yang menawarkan gameplay sulit yang dimainkan di peta yang selalu berubah dan menantang. Berperan sebagai demon kecil Skul, protagonis akan bersinergi dengan ras manusia memburu iblis di dunia bawah tanah yang dirancang dengan grafis piksel 2D yang indah. Tujuan utamanya adalah menemukan Dark Quartz yang berjiwa kotor yang mempunyai kekuatan mengendalikan segala sesuatu yang disentuhnya. Secara fisik memang terlihat seperti kerangka kecil biasa, namun Skul mempunyai keterampilan bertarungnya yang bisa disesuaikan dan bisa mendapatkan kemampuan baru yang kuat tergantung pada tengkorak yang dia kenakan. Untuk memperbesar peluang selamat dalam level lebih dalam, karakter bisa menggunakan hingga 2 tengkorak sekaligus, masing-masing memiliki jangkauan serangan, kecepatan, dan kekuatan yang unik. Pilih kombo yang cocok dengan gaya bermain dan alihkan konsentrasi gerombolan mereka agar tepecah dalam panasnya pertempuran. The Hero Slayer baru dirilis 2 bulan lalu dan masih dalam Early Access, jadi masih ada tempat untuk berkembang di masa depan.

10. Deep Rock Galactic

Deep Rock Galactic adalah FPS ko-op hingga 4 pemain yang menampilkan karakter Dwarf yang dimainkan di dunia intergalaksi bergrafis kartun. Meski tampilan jauh dari kesan realistis, namun memberikan gameplay pertarungan berkelas melawan gerombolam monster alien yang tak ada habisnya, 100% lingkungan yang dapat dirusak, dan gua yang dihasilkan secara prosedural. Kurcaci sifatnya gila harta, maka sebagai pemain solo atau bekerjasama sebagai sebuah tim berusaha untuk mengeksplorasi dan menggali sistem gua besar yang dipenuhi gerombolan musuh yang mematikan untuk mendapatkan sumber mineral berharga. Ada 4 kelas pilihan: unit penyerbu bersenjata sebagai Gunner, pengintai dan penerang gua sebagai Scout, penghancur batu yang kuat sebagai Driller, atau pendukung tim dengan persenjataan turret sebagai Engineer. Keempat kelas dibekali dengan dua set senjata primer maupun sekunder, 3 granat, dan alat traversal yang unik. Para pengembang juga menambahkan “overclocks” luar biasa yang dapat mengubah keadaan pertempuran, misalnya kelas Engineer mampu mengubah peluncur granat menjadi peluncur nuklir. Selama penjelajahan, tidak ada jalur yang ditetapkan sehingga kita dapat menyelesaikan misi dengan banyak cara, selalu ada sesuatu yang baru untuk ditemukan, dan tidak ada dua permainan yang sama.

No Responses

Write a response