10 Game Pertempuran Laut Terbaik di PC

10 Game Pertempuran Laut Terbaik di PC

Mereka yang mencari game pertempuran laut terbaik di PC dapat menemukan daftar yang layak disini, baik gaya arcade, simulasi, manajemen, atau elemen strategi untuk menggerakan gameplay. Judul-judul berikut adalah permainan absolut untuk gamer yang ingin menjadi laksaman virtual dan memperluas pengalaman bertema angkatan laut mereka. Peperangan angkatan laut sendiri memiliki sejarah yang panjang, mencakup konflik historis yang tak terhitung jumlahnya, dan masa keemasan para privateer berlangsung pada medio abad 17-an. Dengan kapal angkut dan galleon, kekuatan armada zaman dulu menjadi poin penting untuk transportasi logistik barang, harta, mobilisasi pasukan, dan merebut pengaruh kekuasaan teritorial. Tidak terkecuali pada zaman modern sekarang, dimana kapal vessel, fregat, kapal selam, destroyer, hingga kapal induk diperlukan bagi beberapa negara untuk memperkuat jalur ekonomi maritim dan geopolitik. Kapal-kapal angkatan laut memiliki kemampuan untuk melakukan pertempuran yang menentukan terhadap lawan atau memblokir jalur pasokan mereka. Tidak diragukan lagi, kekuatan armada tersebut merupakan cabang penting dari militer suatu negara, tetapi bagaimana unsur taktikal peperangan ini diterjemahkan menjadi videogame? Simak artikel berikut.

1. World of Warships

Mengikuti game World of Tanks dan World of Warplanes dari pengembang yang sama, World of Warships (WoW) dirilis oleh Wargaming untuk Microsoft Windows dan macOS pada tahun 2017. WoW menawarkan MMO aksi angkatan laut gratis dengan gameplay-nya berbasis kerjasama tim hingga tiga pemain untuk bermain bersama. Tim pemain bisa melawan pemain lain (PvP) atau melawan AI (PvE) dalam berbagai mode permainan. Untuk pemain yang paling veteran yang terampil, tersedia mode kompetisi musiman untuk memperebutkan puncak papan peringkat dan berpartisipasi dalam Clan Battles. Selain grafisnya dibuat realistis, kapal perang juga dirancang dengan detail dan otentik, sementara ada empat jenis kapal: kapal perusak, kapal penjelajah, kapal tempur, dan kapal induk. Lebih dari 300 kapal angkatan laut bersejarah Perang Dunia I dan Perang Dunia II seperti Missouri, Bismark, atau Yamato, hingga kapal-kapal abad 20 sekarang. Adanya banyak jenis kapal mampu menghadirkan keragaman taktis militer, dimana kapal induk mampu memberikan dukungan udara jarak jauh, kapal tempur sebagai kapal perang utama, kapal penjelajah mampu dengan cepat beradaptasi pada kondisi medan perang yang berubah, dan kapal perusak yang efektif dalam serangan berkelompok. Lagipula ada sistem cuaca statis dan dinamis yang bisa memberikan suasana dan pengalaman peperangan lebih beragam. Setiap kapal memiliki sejumlah modul yang dapat dibuka melalui pengalaman dan jika ditingkatkan sepenuhnya, maka memperoleh status Elite. Penyesuaian lainya berupa kit modifikasi dan perlengkapan seperti memasang radar, sinyal, kamuflase, bendera, dll. Peperangan terjadi sejumlah lokasi yang berbeda dan sebagian besar berdasarkan peta historis yang nyata, misalnya pertarungan skenario PvE didasarkan pada peristiwa historis seperti tahun 1940 ketika terjadi evakuasi Dunkirk, Prancis.

2. Blackwake

Dikembangkan dan dirilis studio indie Mastfire, Blackwake adalah FPS angkatan laut abad ke-17 multi-pemain yang berfokus pada kerja tim dengan pemain lain untuk mengarahkan kapal dan meluncurkan serangan terhadap kapal musuh. Ambil salah satu dari banyak peran, seperti Kapten, Cannoneer, Repairman dan banyak lagi. Pemain memiliki kebebasan tidak terbatas dalam memilih peran berbagai kelas tersebut dan dapat dengan bebas mengubahnya sesuai dengan perubahan gelombang pertempuran, kecuali peran sebagai Kapten. Gameplay Blackwake bersifat perulangan, dan bila beruntung kita bisa dinominasikan sebagai Kapten lewat pemilihan antar pemain. Tentu saja tugas utama Kapten adalah mengkoordinir kru dan membuat keputusan taktikal selama peperangan. Kapten mengeluarkan perintah dan kru bebas untuk mematuhi atau melakukan penolakan secara demokratis. Sebagai awak kapal, adalah tugas pemain untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat seperti mengisi ulang dan menembakkan meriam, memperbaiki kerusakan lambung kapal atau layar, memompa air keluar, atau mengambil senapan untuk diarahkan ke musuh jika mereka cukup dekat. Sistem pertarungan tersebut bersifat dinamis dan hanya kru yang mampu beradaptasi yang akan bertahan. Ada beberapa ukuran kapal, mulai dari kapal kecil berkapasitas 8 hingga kapal perang galleon berkapasitas 40 orang yang dipersenjatai dengan meriam di bawah dek. Ada sesuatu yang mengesankan tentang melihat ke bawah lambung kapal dan melihat para kru ditempatkan di masing-masing posisi tembaknya, siap untuk menembaki menyesuaikan perintah kapten. Dan ada sesuatu yang klaustrofobik ketika melihat tempat yang sama lima menit kemudian melihat biru air laut masuk membanjiri lambung kapal akibat hantaman meriam musuh. Para kru akan berenang kesana kemari untuk menambal lubang-lubang yang menyebabkan kapal raksasa itu bisa tenggelam. Pertempuran biasanya menampilkan tiga kapal bajak laut versus tiga kapal musuh, bersaing dalam berbagai mode permainan seperti faksi vs faksi, atau gameplay berbasis tujuan.

3. UBOAT

Bersetting pada era Perang Dunia II, UBOAT adalah simulator kapal selam dengan menggabungkan elemen bertahan hidup dengan mekanik manajemen kru, sementara tema utamanya adalah kehidupan pelaut Jerman. Di UBOAT, pemain mengontrol kru untuk mengendalikan kapal dan memperhatikan kondisi fisik maupun mental mereka. Kapal selam ibaratnya adalah rumah bagi kapten dan kru, tetapi kapan saja bisa menjadi kuburan massal. Selama bermain, pemain akan menerima tugas dari kantor pusat Kriegsmarine. Sementara penyelesaian tugas dihargai dengan anggaran tambahan untuk unit di bawah komando dan naiknya reputasi sebagai nakhoda kapal. Pemain akan membutuhkannya untuk meningkatkan kapal dan membeli peralatan ataupun senjata seperti tipe torpedo baru, umpan sonar, peredam CO2, dan banyak lagi. Sedangkan sistem kerusakan yang nyata pada kapal adalah dasar dari elemen bertahan hidup permainan indie ini. Situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya pasti akan terjadi dan keputusan sulit harus segera diambil. Hal tersebut menguji kreativitas pemain dan keputusan terbaik akan tiba bila tetap tenang. Pemain dapat mencoba menyelamatkan seluruh kru atau mengorbankan sesorang untuk menyelamatkan yang lain. Sementara kapal melakukan perjalanan melalui laut lepas, pemain harus mampu menggunakan keahlian manajemen dan strategi dalam mengelola sumber daya, mencari sumber daya lain dari puing-puing kapal musuh, atau meminta bantuan sekutu. Elemen simulasi permainan memang mencerminkan realisme, kompleks, dan memberi keakuratan yang nyata, tetapi tidak mengorbankan kualitas gameplay. Meskipun begitu, UBOAT dapat dimainkan seperti permainan biasa dan hal-hal rumit dapat dipelajari kemudian untuk menjadi kapten yang lebih baik. Bahkan detail kecil seperti pengaruh pemberat di setiap kompartemen pada trim kapal (kemiringan) atau kelengkungan bumi, telah diperhitungkan dengan teliti.

4. Victory at Sea

Dikembangkan oleh Evil Twin, Victory at Sea (VAS) menawarkan perang epik angkatan laut dalam skala global selama Perang Dunia II. Kombinasi elemen sandbox dan peperangan RTS memastikan sejumlah besar kemungkinan gaya tempur dan strategi yang digunakan. Terlebih dengan adanya 80+ kelas kapal dan ratusan pelabuhan yang memungkinkan membangun armada kapal perang menakutkan, menyelinap diam-diam dengan kapal selam ke teritori musuh atau mendominasi kekuatan udara dengan kapal induk. Keragaman kekuatan angkatan laut tradisional yang terlibat mencakup Inggris, Amerika, Jepang, dan Jerman hingga pasukan Belanda, Italia, dan Prancis. VAS menawarkan kesempatan untuk mengalami beberapa peperangan paling terkenal di PD II, sementara Mode Historical Battle menetapkan semua kondisi pemain untuk memilih salah satu pihak yang saling terlibat konflik. Mereka bisa membuat skenario sendiri dari pertempuran kecil hingga konflik epik dan memilih dari armada Axis atau Sekutu dengan kapal dari 6 negara yang dapat dimainkan. Gameplay-nya cukup sederhana, pemain mengarahkan armada menuju peta peperangan menuju Atlantik, Pasifik, atau Mediterania. Dengan slider waktu, pemain dapat menambah dan mengurangi kecepatan kapal dan mengatur kecepatan umum permainan untuk sampai ke lokasi secepat yang diinginkan. Mekanika perubahan cuaca dan waktu hari juga merupakan faktor utama yang mempengaruhi variasi permainan dan bisa menjadi pengalaman yang intens. Setelah mencapai target, pemain harus mampu membaca kekuatan dan kelemahan armada musuh, dimana masing-masing tipe kapal punya karakteristik tertentu. Untuk pengalaman gaming paling nyaman, pemain dapat beralih antara peta taktis secara overhead atau dalam skala kapal. Kontrol kapal bisa secara manual atau menggunakan autopilot. Tetapi bagi pemain veteran lebih baik menggunakan pengelolaan mikro, sehingga bisa mengontrol sendiri ketika harus menjeda pertempuran dan beralih cukup cepat di antara kapal untuk memberi perintah, mengarahkan tembakan, manuver, dll.

5. Cold Waters

Cold Waters diremake dari game klasik Red Red Rising terbitan Microprose tahun 1980. Didasarkan novel Tom Clancy dengan nama yang sama, Cold Waters merupakan permainan kapal selam yang diatur dalam skenario perubahan ekskalsi Perang Dingin menjadi Perang Dunia III dan tujuanya adalah mencegah upaya saling menghancurkan dari dua fraksi. Killerfish Games berhasil memadukan dengan sempurna antara permainan arcade dan simulasi kapal selam, mempunyai misi dan variasi unit yang hebat, visual reaalistik yang luar biasa, dan UI intuitif. Sehingga, menciptakan pengalaman yang kompleks dan menantang tetapi cukup sederhana bagi pendatang baru untuk segera bermain langsung dan bersenang-senang. Secara keseluruhan gameplay-nya cukup menegangkan dan dapat disesuaikan dengan selera kita sendiri melalui penggunaan kompresi waktu. Tutorialnya mungkin tidak selengkap yang diharapkan, tetapi sisi antarmuka pengguna cukup bagus dan menyediakan informasi penting dengan baik. Yang juga perlu diperhatikan adalah kenyataan bahwa permainan indie ini memungkinkan pengubahan ukuran UI sehingga cocok untuk digunakan dengan layar UHD 4K, dan terlihat fantastis di sana. Kita akan ditugaskan untuk mencegat konvoi, pendaratan amfibi, misi penyisipan, dan bertempur dengan kapal perang musuh, kapal selam dan pesawat terbang. Kapal dilengkapi dengan gudang torpedo, senjata anti-kapal, rudal jelajah, dan tim SEAL jika skenario peperangan mengharuskan pemain meninggalkan sejenak armada. Cold Waters menempatkan pemain sebagai komandan kapal selam nuklir dalam peperangan laut secara real-time. Menavigasi kapal selam dengan kontrol yang dibuat otentik tidaklah mudah, kapten kapal harus mengatur kecepatan, kemiringan, sudut penyelaman kapal, dan mengarahkan tembakan dalam dan menyerang target permukaan dan kapal perang sambil menghindari misil musuh.

6. Tempest

Ketika menciptakan Tempest, Lion’s Shade fokus pada bagian yang paling mendebarkan dari kehidupan bajak laut yakni pertempuran kapal laut. Game aksi-petualangan dalam perspektif orang ketiga ini awalnya dirancang untuk pemain solo, sementara mode multiplayer hanya merupakan opsi. Saat menavigasi perairan dunia terbuka dalam waktu nyata dan penuh bahaya kejutan, kita tidak akan hanya mengejar para pedagang untuk menjarah harta rampasan atau melakukan perdagangan dan menyelesaikan ratusan quest, tetapi juga bertemu dengan perompak, pengikut kultus menyeramkan yang misterius, dan monster mitos yang mengerikan: Kraken, Leviathan, dan makhluk terkenal lainnya. Kapal menjadi bagian penting ketika harus masuk level lebih jauh, dan pengembang memberikan segalanya apa yang kita butuhkan dengan melakukan penyesuaian dalam banyak cara. Pemain bebas untuk mengubah hampir segalanya, mulai dari warna bendera, layar, lambung kapal, hingga, patung simbol figurehead di depan kapal, dan memasang alat penyelam khusus. Tentu saja, ada banyak senjata yang bisa dipilih untuk setiap pertempuran, termasuk meriam, mortir, pelempar api, dan sebagainya. Namun, kita hanya dapat memenangkan artefak paling berharga sebagai titik puncak upgrade kapal hanya dengan menyelesaikan quest khusus yang disebut “legenda”. Selain itu, ada cara untuk meningkatkan anggota kru secara individu dengan mengirim mereka ke pelatihan keterampilan. Tempest sebenarnya lebih merupakan permainan arcade daripada sim berlayar, tetapi nuansa estetika dari UI dan grafis dikombinasikan dengan upgrade kapal yang luas dan dekorasi tersebut, membuat game ini sangat menyenangkan. Hai Kapten! Sekarang para kru telah siap untuk mengarungi lautan, menghadapi kapal-kapal dagang yang sarat dengan barang rampasan dan siap menghancurkan benteng-benteng musuh yang kokoh.

7. Ultimate Admiral: Age of Sail

Ultimate Admiral: Age of Sail menawarkan wargame unik yang memungkinkan kita mengalami yang terbaik dari Ultimate Series AI dengan elemen taktis dalam operasi angkatan laut, darat, maupun gabungan, dan inilah yang disebut marinir. Game RTS ini mensimulasikan perang laut dengan melibatkan beragam peperangan skala kecil maupun besar dan operasi amfibi untuk mengendalikan peta lautan dan pantai. Edisi Early Access menampilkan dua kampanye: kampanye Inggris dimana pemain mengikuti perjalanan Horatio’s Nelson dalam pertempuran Trafalgar, dan kampanye Amerika Serikat dimana pemain akan memainkan peran John Paul Jones dalam Perang Independence, masing-masing dengan 30 pertempuran laut dan darat di 3 chapter. Sementara pengembang berkomitmen untuk memperluas kedua kampanye dengan dua chapter tambahan yang masing-masing akan mencakup sekitar 15 pertempuran baru. Ultimate Admiral menghadirkan fisika realistis yang mereplikasi pelayaran yang sebenarnya di mana posisi kapal berubah berdasarkan arah kemudi dan dipengaruhi arah angin. Ketika layar dikembangkan penuh, posisi relatif pemain terhadap kekuatan angin dapat menyebabkan kapal terombang-ambing dan menghalangi senjata untuk menembak secara efektif. Bergerak dengan layar penuh dalam angin kencang juga dapat membalikkan kapal. Sistem pembidik unik memungkinkan kita dapat menetapkan target dan memfokuskan sasaran tembak di bagian mana pun dari kapal lawan. Model kerusakan terperinci memungkinkan kehancuran fisik semua komponen kapal dari hantaman tembakan balistik. Setiap kesuksesan dalam sesi peperangan, pemain akan menerima promosi dan pengalaman yang diperlukan untuk mengembangkan kekuatan admiral. Tumbuhkan armada dengan meningkatkan kapal dengan memasang teknologi baru dan senjata untuk membuat armada yang sesuai dengan doktrin taktis pemain. Untuk memenangkan peperangan, pemain harus menguasai seni manuver di laut, mempertahankan sisi broad yang kuat, dan mampu mengantisipasi pergerakan kapal-kapal musuh.

8. Wolfpack

Imersi memiliki arti harfiah berbeda-beda tergantung subjektifitas orang yang memainkan, namun tidak boleh keluar dari standar baku dari asal muasal kata, dan inilah yang ditawarkan karya dari Usurpator AB ini. Wolfpack adalah permainan U-boat dengan perspektif orang pertama, co-op yang realistis, di mana satu atau beberapa kru pemain mengelola kompartemen kapal selam Jerman tipe VII yang sangat terperinci selama Perang Dunia II. Wolfpack dirancang bagi pemain untuk secara prosedural mengelola kapal selam melalui interaksi langsung secara manual dengan katup, tuas, dan instrumen. Semua bagian stasiun dan instrumen di U-boat dimodelkan secara cermat merunut sumber asli, dan dibuat serealistis mungkin tanpa mengurangi fungsi teknisnya. Videogame yang masih dalam tahap Early Access ini berisi data komputer pengoperasian torpedo, alat navigasi manual, dan periskop manual. Wolfpack juga dilengkapi mode pemain tunggal di mana satu kapten dapat dengan mudah mengelola secara solo U-boat-nya. Plus, mudah untuk memulai misi dan memungkinkan pemain lain untuk bergabung dalam permainan. Para pemain ditugaskan untuk mencari dan menghancurkan konvoi kapal Inggris di perairan dingin di Laut Utara, kemudian melarikan diri tanpa terdeteksi. Satu unit U-boat memiliki hingga lima kelas pemain: Kapten, juru kemudi, petugas selam, petugas radio, dan navigator. Masing-masing dengan stasiun mereka sendiri, dan mereka perlu bekerja sama untuk berhasil dalam misi. Petugas radio mengoperasikan hidrofon, radio, dan mengoperasikan mesin sandi Enigma. Sang juru kemudi mengendalikan arah dan kecepatan U-boat, serta mengoperasikan komputer berisi data torpedo. Petugas selam mengontrol kedalaman kapal serta sebagai regu pengintai dan penembak senjata. Navigator menghitung posisi u-boat dan menentukan rute terbaik untuk mencegat konvoi musuh. Kapten sebagai komandan U-boat dan pemimpin kru yang bertanggung jawab pada keberhasilan misi.

9. Naval Action

Berlatar pada abad 18-an, Naval Action adalah permainan simulasi angkatan laut yang realistis, terinci dengan indah, dan dinobatkan sebagai salah satu rilis Early Acces Grad terbaiki pada tahun 2019 oleh Steam dan komunitasnya. Mereka menawarkan mode PvP dan co-op multi-pemain di dunia terbuka bergaya sanbox. Game-Labs merancang model kapal otentik pada zamanya dengan melakukan uji historis, baik desain lambung yang akurat, layar, senjata, dan semua elemen peningkatan kapal. Model pelayaran realistis, kerusakan yang nyata, dan fisika canggih memberikan gambaran realistis kinerja kapal di zaman keemasan pelayaran. Jenis-jenis utama artileri angkatan laut diimplementasikan dengan baik, mulai dari senapan panjang hingga mortir hingga carronade dan obusier, masing-masing memiliki balistik realistis dan daya penetrasi tertentu. Game memiliki 50+ kapal mulai dari kapal kecil hingga galleon, 100+ senjata yang memungkinkan pemain untuk mengalami setiap peran yang mungkin terjadi pada zaman itu. Tutorial dan ujian dalam game membantu memahami dasar-dasar dan seluk-beluk meriam dan manuver, sehingga pemain bajak laut seger mengetahui mekanik pertempuran dan gameplay-nya. Lulus ujian tempur angkatan laut terakhir memberi pemain pangkat Master dan Komandan, plus mendapat fregat dan hadiah lainnya. Di server Fight on War, pemain akan berjuang untuk mendominasi Hindia Barat, membangun kapal dan manufaktur, melakukan misi dagang dan privateering, berburu kapal tertentu, melakukan patroli pengamanan, dan menenggelamkan kapal musuh sebanyak mungkin. Tetapi, pemain harus teliti dengan kapal musuh tertentu karena mungkin berisi buku-buku pengetahuan yang berguna untuk upgrade kapal. Jika sedang tidak ingin bermain yang intens, maka ada server Relax on Peace memberikan gameplay yang damai, menyenangkan, dan ramah. Disini antar pemain tidak dapat saling menyerang, tidak ada pertempuran di pelabuhan dan penaklukan, pembajakan, ataupun perompakan.

10. The Pirate: Caribbean Hunt

Harga resmi simulator berlayar cenderung mahal, jadi menemukan game free-to-play yang berkualitas adalah hal menyenangkan. Tersedia untuk Windows, MacOs, SteamOS dan Linux, judul game gratis ini bisa membuat kita kecanduan, The Pirate: Caribbean Hunt adalah game adiktif untuk menghabiskan waktu baik ketika main solo, PvP, dan co-op multipemain. Game aksi dan petualangan bajak laut ini menawarkan menu utama minimal dengan opsi untuk memulai permainan, memanfaatkan penyimpanan cloud yang memungkinkan permainan di beberapa perangkat. Saat pertama mengakses, game membawa kita melalui serangkaian tutorial yang mencakup dasar-dasar mengendalikan kapal, berinteraksi dengan berbagai port, membangun benteng bajak laut, dan melawan kapal lain. Sementara gameplay sebagian besar merupakan eksplorasi Karibia dalam mencari kapal untuk dirompak. Fitur dunia terbuka memberi kita perasaan mendalam tentang kebebasan dan petualangan eksplorasi maritim tahun 1700-an, apalagi kehadiran fitur perubahan siklus siang malam. Sisi grafis tidak mencerminkan realisme berkelas atas, dan diproyeksikan dalam tiga tampilan utama: ketika kapal berada di pelabuhan, saat kapal seang berlayar, dan tampilan peta dunia. The Pirate: Caribbean Hunt memberikan elemen RPG dengan peluang pengembangan karakter seperti kemampuan senjata, keterampilan berlayar, dan karakteristik lain yang dibutuhkan untuk kapten yang hebat. Rincinaya adalah ada lebih dari 20 kelas kapal dengan berbagai macam ukuran, 5 jenis peluru, 30 level upgrade kapal, dan 20 skill upgrade kapten. Walau gratis, beberapa konten premium bisa dibeli dengan uang sungguhan. Namun bagi pemain veteran yang progresif, menaiki tangga kekuasaan melalui manajemen aset yang cermat dan pemilihan kapal yang bijaksana merupakan kepuasan tak terkira.

No Responses

Write a response