10 Game MOBA Terbaik Untuk PC

10 Game MOBA Terbaik Untuk PC

Sekelompok orang merilis multiplayer online battle arena (MOBA) mod Defense of the Ancients (DotA) pada tahun 2003. Sejak saat itu, inovasi radikal itu telah berubah menjadi revolusi game yang berkembang pesat. Jika ingin melihat sisi historis genre ini, kalian mungkin sudah tahu bahwa gaya permainan 5v5 ini lahir dari mod Warcraft III. Pengembang di seluruh dunia terus berinovasi memasukan sesuatu yang baru kedalam arena pertempuran multi-pemain mereka, dan persaingan yang sengit berarti bahwa hanya sedikit yang muncul sebagai pemenang. Memang yang paling populer adalah League of Legends dan Dota 2, namun belum tentu mereka sesuai untuk kalian. Untungnya kami telah memilih entri yang paling istimewa di luar sana. Jadi, iterasi apa saja yang mampu bertahan dan sekarang menjadi rumah besar bagi banyak komunitas? Berikut game MOBA terbaik untuk PC.

1. Dota 2

Sebagai tindak lanjut dari DotA orisinal, Valve merilis sekuel kedua pada 2013 sebagai karya multi-pemain modern untuk Windows, Linux, dan macOS. Sekarang, ada jutaan pemain global memasuki pertarungan daring sebagai satu hero dari lebih dari seratus karakter Dota. Dengan pembaruan rutin yang memastikan evolusi gameplay, fitur, dan karakter yang konstan, Dota 2 telah menjalani seleksi alam dengan ketat. Dalam hal keragaman karakter, kemampuan, dan item yang kuat, Dota menawarkan surga bagi para ahli strategi untuk menikmati mekanika permainan yang kompleks, gameplay tiada akhir, dan tidak ada dua permainan yang sama. Berbagai karakter mana pun dapat mengisi berbagai peran, dan ada banyak item untuk membantu memenuhi kebutuhan setiap permainan. Dota tidak memberikan batasan cara bermain dan memberikan kebebasan berekspresi sesuai gaya main pemain. Keseimbangan kompetitif adalah permata mahkota Dota yang memastikan konten inti permainan seperti koleksi karakter hero tersedia untuk semua pemain secara gratis. Pengguna dapat menyesuaikan tampilan fisik karakter dan add-on yang menyenangkan untuk dunia yang mereka huni, bahkan semua tersedia sebelum pemain masuk pertandingan pertama mereka. Dota 2 merupakan salah satu permainan pertarungan kompetitif gratis paling banyak dimainkan saat ini.

2. Paladins

Dikembangkan oleh Evil Mojo Games, Paladins tersedia untuk platform konsol, PC, dan Nintendo Switch. Paladins menempatkan pemain sebagai salah satu dari 40 karakter hero. Pemain dan sekutu akan terlibat pertempuran seru dengan elemen strategi, dimana tim dibagi tugas sebagai pasukan garis depan, penghancur, pendukung, dan sayap. Permainan ini membuat kita memilih karakter dengan bijak untuk pengalaman gameplay yang paling optimal, jadi tiap tim sebaiknya memiliki varian karakter yang saling melengkapi. FPS multi-pemain ini menampilkan beragam pemain Champions mulai dari ras manusia penembak jitu, goblin pengendara mech, peri mistis, dan naga pemakai jetpack. Setiap karakter membawa serangkaian kemampuan unik ke medan perang, dapat disesuaikan, dan pengembang terus berkomitmen menambah konten karakter baru untuk menjaga permainan tetap menarik. Apa pun yang mempengaruhi gameplay dapat dibuka kuncinya hanya dengan bermain, sementara ada tiga mode permainan: Siege, Onslaught, dan Team Deathmatch. Para pemain dapat benar-benar membeli perlengkapan, armor, atau senjata saat permainan sedang dimainkan dengan mata uang yang diperoleh melalui pertempuran dan penyelesaian misi.

3. Smite

Bergabunglah dengan lebih dari 35 juta pemain di Smite, salah satu arena aksi pertempuran daring multi-pemain terpopuler di dunia. Dikembangkan oleh Titan Forge menggunakan Unreal Engine 3, Smite awalnya dirilis di Windows pada 2014, dan game itu akhirnya hadir di Xbox One, PlayStation 4, dan macOS. Semua karakter dalam permainan berasal dari dewa mitologis, sementara pengembang menyediakan lebih dari 90 karakter dewa yang dapat dimainkan. Setiap dewa memiliki keunikan tersendiri, memiliki kemampuan serangan jarak jauh atau jarak dekat yang kemudian dibagi lagi menjadi serangan mistik dan fisik. Tidak ada serangan otomatis di Smite, yang berarti setiap serangan dasar yang sederhana sekalipun harus dieksekusi dengan keterampilan yang memadai dan akurasi sempurna. Smite dimainkan dari sudut pandang orang ketiga, yang membuat kita menghargai tampilan karakter secara penuh. Smite sering dipuji karena komunitasnya yang ramah, yang lebih mementingkan kesenangan daripada kemenangan. Namun, kalian tetap bisa bersaing di papan peringkat, bergabung dengan tim kompetitif, dan bermain di Smite World Championship. Belum pernah bermain arena pertempuran sebelumnya? Jangan khawatir, karena komunitas permainan aksi ini selalu membantu bagi pemula. Dengan level otomatis dan mode mirip deathmatch, memungkinkan kita terjun langsung ke arena perang sebagai Zeus, Loki, Sun Wukong, dan banyak lagi.

4. Battlerite

Walaupun tidak memiliki sifat sekompetitif seperti League of Legends, Smite, atau DOTA 2, namun Battlerite masih mampu menciptakan momen kompetitif yang memadai dan mudah diakses. Sebagai penerus Bloodline Champion yang diakui secara kritis, Battlerite memiliki gaya yang lebih mirip dengan World of Warcraft Arena. Game aksi ini menghadirkan arena pertempuran epik PvP kompetitif baik 2v2 atau 3v3, dan menawarkan hibrida unik antara tembak-tembakan dengan pengambilan layar top-down dan gameplay pertarungan serba cepat. Untuk mengontrol karakter, arahkan tembakan dan menghindar proyektil peluru dengan menggunakan gerakan berbasis WASD dan penargetan kursor. Mekanika pertarunganya tersebut menekankan pada presisi dan waktu, dalam arti ketika menangkis, memblokir, atau melepaskan tembakan semuanya harus tepat waktu dan sasaran agar berhasil. Hal tersebut mengharuskan pemain untuk menginvestasikan sedikit waktu ke dalam permainan untuk meningkatkan keahlian. Sedangkan peningkatan kekuatan dan kemampuan karakter dengan menggunakan ritus. Pemain bisa memilih ritus yang sesuai dengan strategi dan gaya bermain. Game intinya gratis untuk dimainkan, namun kita bisa melakukan transaksi mikro untuk menikmati 4 DLC yang ditawarkan Stunlock.

5. Awesomenauts

Awesomenauts adalah MOBA yang menggabungkan elemen strategi berbasis tim dengan aksi berbasis karakter hero dan dapat diakses dalam bentuk platformer 3-on-3. Bertema peperangan antar galaksi, medan pertarungan terjadi di beberapa lokasi planet eksotis dan pesawat ruang angkasa yang divisualisasikan dengan gaya kartun klasik. Pemain berperan sebagai tentara bayaran dan bersama dengan teman-teman lokal hingga global akan melawan alien. Pemain ekstensif dari Awesomenauts yang didesain imut dan lucu dapat disesuaikan agar sesuai dengan gaya main, masing-masing dengan kemampuan, peningkatan, skin, dan tema karakter mereka sendiri. Selain elemen RPG, game aksi besutan Ronimo ini juga memberikan elemen taktikal dan menambahkan gameplay serba cepat untuk menciptakan pengalaman MOBA yang benar-benar unik. Awesomenauts mempunyai mekanika permainan ringan, memiliki gaya bermain arcade retro yang cepat, dan bekerja dengan sangat baik dengan gaya visual 2D yang mereka pakai. Biarpun tidak cukup memiliki kedalaman atau intensitas yang sama, tetapi membawa sejumlah pesona dan kesenangan yang sulit ditemukan. Terlepas dari hal tersebut, pengembang terus berkomitmen untuk terus memberi pembaruan secara berkala berupa item, fitur, DLC, dan karakter baru.

6. League of Legends

Sejak dirilis pertama kali pada tahun 2009, League of Legends telah menjadi salah satu iterasi paling banyak dimainkan dengan lebih dari 100 juta pemain. LoL cepat mendapat sambutan dari gamer berkat seringnya mengadakan turnamen Esport besar-besaran. Apa yang memotivasi pemain untuk terus login bermain LoL? Tentu saja mekanisme permainan klasik yang mudah dipelajari tetapi menantang untuk dikuasai, daftar besar 140 karakter, pembaruan yang sering, dan adanya mode permainan baru setiap akhir pekan kedua. Satu pemain mengendalikan satu unit yang mempunyai keahlian khusus, kemudian membentuk dua tim beranggotakan masing-masing 5 pemain, dan akhirnya saling bertempur melalui medan perang top-down. Tujuan utamanya adalah menghancurkan markas lawan. Setiap mengalahkan unit musuh akan menghasilkan emas dan pengalaman, yang memberikan akses ke keterampilan yang semakin kuat dan pilihan peralatan yang lebih baik. Karena sifatnya yang sangat kompetitif, basis pemain LoL bisa sangat memusuhi pemain pemula yang baru belajar merangkak pelan-pelan. Hati-hati! Game bisa sangat menghipnotis dan bisa mengunci pemain untuk berlama-lama di depan layar komputer mereka.

7. Heroes of the Storm

Blizzard menampilkan Heroes of the Storm pertama kali pada 2015 yang dirilis pada Microsoft Windows dan Mac. Blizzard menghindari dari menyebut entri tersebut sebagai permainan MOBA, dan mereka tidak salah karena Heroes of the Storm menyertakan semua daftar karakter favorit Blizzard. Setelah beberapa tahun pertama yang sedikit berat, Heroes of the Storm dirubah menjadi Heroes 2.0, menampilkan sistem perkembangan baru yang mengambil sistem kotak jarahan Overwatch dan semakin memperbaikinya. Kita dijamin mendapatkan barang-barang yang relevan dengan karakter hero setiap beberapa kotak, dan jika tidak puas dengan harta rampasan, bisa dilakukan pengulangan dengan mengeluarkan sedikit emas. Tidak seperti League of Legends dan Dota 2, Heroes tidak memiliki item. Sebagai gantinya, para pemain memilih peningkatan kemampuan mereka saat mereka naik level, memungkinkan mereka untuk fokus pada penyesuaian keahlian dan daya destruktif menurut gaya main. Setiap karakter hero juga memiliki dua kemampuan utama, yang hanya satu yang dapat diaktifkan selama satu pertandingan. Menggunakan Blizzard’s Battle.net, pemain didorong ke pertempuran 5v5 intens di 15 peta yang unik yang dapat mengubah gelombang pertempuran. Permainan juga jauh lebih singkat, umumnya berkisar antara 30 menit.

8. Strife

Banyak MOBA baru-baru ini telah diluncurkan dan kemudian dengan cepat menghilang di pasaran, namun Strife tetap eksis. Strife berani untuk membuat perubahan signifikan alih-alih hanya mengikuti formula yang biasanya ditetapkan oleh Dota 2 dan LoL. Pengembang telah bekerja keras dengan inovasi baru dan lolos dari bayang-bayang kedua raksasa ini. Walau hanya menyediakan 34 karakter hero, tetapi memiliki DNA dari pengembang S2 Games yang merancang Heroes of Newerth dan terkenal sebagai ‘MOBA generasi kedua’. Setiap karakter dirancang secara unik untuk mewujudkan penyesuaian gaya bermain pengguna. Bagaimana permainan mengalir, seberapa cepat berkembang, dan apakah hasilnya menguntungkan bagi tim, ditentukan kerjasama tim semua pemain yang terlibat. Seekor pet juga akan menemani pemain ke medan perang dan menawarkan keuntungan unik. Mainkan untuk membuka lebih banyak hewan peliharaan untuk memperluas opsi pilihan. Bagaimana sesama pemain berperilaku sangat penting dalam game multi-pemain online, sementara sistem pertarungan dirancang dari bawah ke atas untuk mendorong kerja sama dan mengurangi konflik antar mereka. Strife juga mengklaim sebagai tuan rumah komunitas yang ramah bagi pemain, sesuatu yang sudah dimaklumi menjadi masalah umum bagi Dota dan LoL selama bertahun-tahun.

9. AirMech Strike

AirMech Strike merupakan permainan aksi-RTS serba cepat yang dapat dimainkan online secara kompetitif atau kooperatif. Seperti judulnya, pemain akan mengendalikan mesin yang dapat bertransformasi antara pesawat dan robot mech. Umumnya, saat berada dalam mode pesawat, kita dapat menggunakan unit untuk membangun dan mengembangkan permainan. Tentunya dilengkapai fasilitas senjata untuk penyerangan unit udara atau darat dan sebagai pertahanan. Dengan mode mech, kebanyakan hanya untuk pertempuran di darat. Walaupun ada konten yang bisa dibeli, banyak mech sebenarnya tersedia secara gratis dan relatif mudah diperoleh, serta sebagian besar unit dapat digunakan dalam mode PvP. AirMech Strike mempunyai gameplay mirip DotA dengan mentransformasikan robot masing-masing dengan statistik dan kemampuan unik mereka sendiri. Aksi serba cepat dan sesi permainan pendek membuat pertempuran semakin seru. Kontrol juga dapat sepenuhnya disesuaikan untuk preferensi pribadi baik dari gamepad, mouse-keyboard, dan Xbox 360. Pengembang menawarkan permainan solo dan permainan kooperatif. Ada juga PvP yang menjadi fokus dari game ini seperti halnya dengan MOBA lainnya, meskipun bila diantara kalianmerupakan penikmat permainan yang lebih kasual, tersedia juga mode PvE.

10. Bleeding Edge

Bleeding Edge adalah game pertempuran berbasis kelas 4v4 dengan gameplay kerja tim mirip dengan LoL dan konten mirip Overwatch baik dari segi karakter maupun senjata. Bertempat di medan cyberpunk, saat ini ada 11 karakter pejuang yang dapat dimainkan dan dilengkapi peralatan mekanis futuristik, masing-masing memuat dua keahlian khusus. Semua power up senjata dan kemampuan pejuang diperoleh melalui gameplay. Disini, kalian bisa bersinergi dengan rekan satu tim membuat kekuatan menjadi tak terhentikan dalam menghadapi musuh. Ketika membekukan musuh, mengendalikan pikiran, menembakan rudal, atau membunyikan gitar yang mengeluarkan irama mematikan akan menjadi pertempuran aksi cybernetic seru. Sistem pertempuran jarak dekatnya terlihat menyenangkan, disisi lain pertarungan jarak jauhnya terasa hambar akibat pengambilan sudut kamera yang tidak menentu. Dengan masih sedikitnya karakter hero, kita merasa kekurangan opsi ketika membentuk komposisi tim yang baik. Namun patut diingat bahwa entri ini baru dirilis, sehingga masih punya banyak ruang untuk ditingkatkan. Jika ingin menjadi bagian dari komunitas yang berkembang, maka Bleeding Edge hadir untuk menyambut kalian. Mungkin ke depan, Bleeding Edge bisa disejajarkan dengan pesaing utamanya seperti Overwatch, atau bahkan melampaui.

No Responses

Write a response